Home > kesehatan, Tips & Trik > Nutrisi BROKOLI

Nutrisi BROKOLI

Brokoli (Brassica oleracea L. Kelompok Italica) adalah tanaman sayuran yang termasuk dalam suku kubis-kubisan atau Brassicaceae. Brokoli berasal dari daerah Laut Tengah dan sudah sejak masa Yunani Kuno dibudidayakan. Sayuran ini masuk ke Indonesia belum lama (sekitar 1970-an) dan kini cukup populer sebagai bahan pangan.

Bagian brokoli yang dimakan adalah kepala bunga berwarna hijau yang tersusun rapat seperti cabang pohon dengan batang tebal. Sebagian besar kepala bunga tersebut dikelilingi dedaunan. Brokoli paling mirip dengan kembang kol, namun brokoli berwarna hijau, sedangkan kembang kol putih.

Brokoli merupakan tanaman yang hidup pada cuaca Dingin .

Dari kuntum bunga tanaman sejenis kubis-kubisan, brokoli menjelma menjadi sayuran kaya manfaat. Dimakan mentah bisa, diolah menjadi beragam hidangan juga lezat.

“Sayur ini ampuh guna mencegah kanker kolon, kanker prostat, kanker paru dan kanker perut”

Bukan rahasia lagi jika brokoli disebut sebagai sayuran sarat khasiat kesehatan. Kerabat dekat kembang kol (cauliflower) ini kaya akan provitamin A (karotenoid), asam folat dan vitamin C. Brokoli juga mengandung banyak mineral penting seperti kalsium, potasium, kalium, besi dan selenium. Sulfur dalam bentuk glukosinolat, senyawa antidot, monoterpene dan genestein juga dapat ditemukan dalam brokoli. Sementara flavonoid dan serat semakin memperkaya kandungan nutrisi brokoli.

Dengan segudang nutrisi di atas, brokoli pun memberi manfaat kesehatan yang besar bagi tubuh. Sayur ini ampuh guna mencegah kanker kolon, kanker prostat, kanker paru dan kanker perut. Selain sebagai antioksidan, brokoli yang kaya serat juga bermanfaat untuk mencegah kontipasi (sembelit) dan berbagai gangguan pencernaan lainnya.
Kendati kaya manfaat, brokoli memiliki satu kelemahan, yaitu mudah rusak. Sayur ini tidak memiliki masa simpan yang cukup panjang. Karena itulah Anda pun perlu memahami cara memilih, meyimpan dan megolah brokoli agar rasa dan nilai brokoli dapat tetap terjaga.

Mengonsumsi brokoli setiap hari bisa menekan risiko penyakit maag, infeksi lambung, bahkan kanker! Beragam penelitian tentang brokoli mengungkapkan bahwa kandungan antioksidan dalam brokoli sangat besar, sehingga mampu menekan risiko kanker. Namun penelitian terbaru dan lebih spesifik mampu memberikan gambaran kemampuan brokoli dalam menekan risiko beragam gangguan perncernaan seperti maag, infeksi lambung, dan kemungkinan kanker perut.

Dalam sebuah studi di Jepang, para ahli mendapati fakta bahwa mengonsumsi 70 gram brokoli segar setiap hari selama dua bulan dapat melindungi tubuh manusia dari bakteri perut yang terkait penyakit maag, infeksi lambung, bahkan kanker perut. Kandungan sulforaphane yang ada dalam brokoli dapat memicu enzim dalam perut, sehingga memberikan perlindungan terhadap senyawa radikal yang dapat merusak DNA dan menyebabkan peradangan. Sulforaphane dalam brokoli juga diketahui mampu meningkatkan produksi enzim fase II di hati. Enzim ini berperan menggandeng bahan-bahan karsinogen yang dihasilkan dari senyawa prokarsinogen dan mengeluarkannya dari sel. Perlu diketahui, kandungan sulforaphane dalam kecambah brokoli segar lebih tinggi daripada brokoli yang sudah direbus terlalu matang. Tip: Pilihlah brokoli yang berwarna hijau gelap. Selain dimakan langsung sebagai lalapan, brokoli juga bisa dicampur sayuran dan buah lain untuk salad. Atau pilihan lainnya, Anda bisa mengonsumsi brokoli dalam bentuk jus.

Sebuah penelitian terbaru di Inggris mengindikasikan brokoli memiliki zat penting yang mampu memperbaiki dan mengembalikan fungsi pembuluh darah yang rusak akibat kencing manis atau diabetes. Peneliti dari Universitas Warwick meyakini, zat yang bernama sulforaphane ini, memiliki peran besar dalam memulihkan kembali pembuluh darah.

Seperti dimuat di Jurnal Diabetes, sulforaphane mampu merangsang produksi enzim-enzim yang dapat melindungi pembuluh darah dan menurunkan molekul-molekul yang menyebabkan kerusakan sel-sel secara signifikan. Sayuran-sayuran jenis brassica seperti brokoli sebelumnya memang berkaitan dengan rendahnya risiko serangan jantung dan stroke.

Orang yang mengidap kencing manis – diabetes tercatat memiliki risiko lebih besar hingga lima kali lipat mengidap penyakit kardiovaskuler seperti serangan jantung dan stroke; yang keduanya juga berkaitan dengan kerusakan sel-sel pembuluh darah.

Dalam risetnya, tim dari Universitas Warwick, menguji pengaruh sulforaphane dalam sel-sel pembuluh darah yang rusak akibat tingginya kadar gula darah (hiperglikemia), yang berkaitan erat dengan diabetes.

Mereka mencatat adanya 73 persen reduksi molekul tubuh yang disebut Reactive Oxygen Species (ROS). Hiperglikemia dapat menyebabkan kadar ROS meningkat tiga kali lipat dan tingginya kadar molekul ini bisa merusak sel-sel tubuh. Peneliti juga menemukan bahwa sulforaphane mengaktivasi sejenis protein dalam tubuh yang disebut nrf2, yang dapat melindungi sel-sel dan jaringan dari kerusakan dengan cara mengaktivasi antioksidan dan enzim-enzim detoksifikasi.

“Riset kami mengindikasikan bahwa zat seperti sulforaphane dalam brokoli dapat membantu menghadang proses yang berhubungan dengan perkembangan penyakit pembuluh darah dalam diabetes. Ke depan, penting artinya untuk menggelar penelitian untuk menguji apakah mengonsumsi sayuran brassica memberikan faedah bagi pasien diabetik. Kami berharap itu akan terjadi,” ujar pimpinan riset, Professor Paul Thornalley.

Tip Memilih BROKOLI:

  • Pilih brokoli yang kering karena air yang terperangkap disela-sela kuntum brokoli akan susah keluar. Akibatnya, kuntum dan sekitarnya akan mudah busuk selama disimpan. Bila perlu, kibaskan brokoli untuk mengeluarkan air yang terjebak disela-sela kuntum itu.
  • Perhatikan tampilan kuntumnya. Pilih kuntum yang masih kuncup dan padat dengan warna hijau gelap dan kompak.
  • Jangan membeli brokoli yang ada bercak kehitaman atau kekuningan. Bercak ini bisa disebabkan oleh kotoran, kelayuan atau titik busuk. Amati pula bekas tebasan di pangkal batang guna mendeteksi jejak busuk di tengah batangnya. Jika ditekan, jejak busuk itu akan terasa lunak dan berair.
  • Jangan ragu untuk menggunakan indera penciuman Anda guna mengenali gejala kebusukan yang tidak terlihat.
  • Untuk mengetahui brokoli yang Anda beli segar atau tidak, tekan batang atas brokoli dengan ujung jari. Brokoli yang masih segar memiliki batang yang masih keras.

    Tip Menyimpan Brokoli:

    • Brokoli dapat disimpan di dalam lemari pendingin hingga selama empat hari, bergantung pada tingkat kesegarannya ketika dibeli.
    • Bersihkan brokoli dari kemungkinan adanya ulat. Celupkan ke dalam air hangat dengan posisi krop mengarah ke bawah. Setelah ulat keluar, angkat dan kibaskan brokoli.
    • Potong tangkai yang terlalu panjang dengan maksimal bonggol yang disertakan selebar 4 jari. Bonggol yang terlalu panjang membuat brokoli cepat tumbuh sehingga kuntumnya menjadi mekar dan berwarna kuning.
    • Masukkan brokoli ke dalam plastik hitam guna menjaga kelembabannya. Plastik hitam membuat brokoli terisolasi dari cahaya dan memperlambat metabolismenya. Hasilnya adalah warna hijau dan kesegarannya akan bertahan lebih lama.

      Tip Memasak Brokoli:

      Memasak brokoli membutuhkan kehati-hatian tersendiri. Cukup dimasak sebentar saja agar vitaminnya tidak rusak dan warnanya tetap menarik. Memasak brokoli terlalu matang membuat warnanya menjadi hijau kehitaman. Kadar nutrisinya juga banyak yang hilang, terutama vitamin C. Agar brokoli tetap hijau segar, rebus dengan air mendidih yang telah dicampur dengan 1/2 sdt garam.

      Predikat brokoli sebagai superfood sepertinya tidak perlu diragukan lagi. Begitu banyak riset yang menunjukkan betapa makanan alami ini kaya akan zat-zat yang berfaedah bagi kesehatan.

      
      dari berbagai sumber
      1. August 31, 2009 at 14:50

        banyak ya manfaat brokoli, tq info yg berguna. makasih sudah mampir ke blog ku ya, salam kenal fren.

        • indragp2009
          August 31, 2009 at 17:14

          ok, sama-sama. lam knal kembali

      2. March 25, 2011 at 22:15

        Thank’s infonya!

      1. No trackbacks yet.

      Leave a Reply

      Fill in your details below or click an icon to log in:

      WordPress.com Logo

      You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

      Twitter picture

      You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

      Facebook photo

      You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

      Google+ photo

      You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

      Connecting to %s

      %d bloggers like this: